Mengapa harus pakai helm minimal standar SNI?

Pada tahun 2007, Badan Standarisasi Nasional telah menetapkan Standar Nasional Indonesia (SNI) untuk helm, yaitu SNI 1811-2007 (Peraturan Pemerintah Pasal 18 Ayat 11 Tahun 2007). Standar ini menetapkan spesifikasi teknis untuk helm pelindung yang digunakan oleh pengendara dan penumpang kendaraan bermotor roda dua, meliputi klasifikasi helm standar terbuka (open face) dan helm standar tertutup (full face ). Berikut spesifikasi helm SNI yang saya kumpulkan dari berbagai media internet: Bahan helm harus memenuhi ketentuan sebagai berikut: Dibuat dari bahan yang kuat dan bukan logam, tidak berubah jika ditempatkan di ruang terbuka pada suhu 0 derajat Celsius sampai 55 derajat Celsius selama paling sedikit 4 jam dan tidak terpengaruh oleh radiasi ultra violet, serta harus tahan dari akibat pengaruh bensin, minyak, sabun, air, deterjen dan pembersih lainnya Bahan pelengkap helm harus tahan lapuk, tahan air dan tidak dapat terpengaruh oleh perubahan suhu Bahan-bahan yang bersentuhan dengan tubuh tidak boleh terbuat dari bahan yang dapat menyebabkan iritasi atau penyakit pada kulit, dan tidak mengurangi kekuatan terhadap benturan maupun perubahan fisik sebagai akibat dari bersentuhan langsung dengan keringat, minyak dan lemak si pemakai. Konstruksi helm harus memenuhi persyaratan sebagai berikut: Helm harus terdiri dari tempurung keras dengan permukaan halus, lapisan peredam benturan dan tali pengikat ke dagu, Tinggi helm sekurang-kurangnya 114 milimeter diukur dari puncak helm ke bidang utama yaitu bidang horizontal yang melalui lubang telinga dan bagian bawah dari dudukan bola mata, Keliling lingkaran bagian dalam helm adalah sebagai berikut: Ukuran Keliling Lingkaran Bagian dalam (mm) ü S Antara 500 – kurang dari 540 ü M Antara 540 – kurang dari 580 ü L Antara 580 – kurang dari 620 ü XL Lebih dari 620 Tempurung terbuat dari bahan yang keras, sama tebal dan homogen kemampuannya, tidak menyatu dengan pelindung muka dan mata serta tidak boleh mempunyai penguatan setempat Peredam benturan terdiri dari lapisan peredam kejut yang dipasang pada permukaan bagian dalam tempurung dengan tebal sekurang-kurangnya 10 milimeter dan jaring helm atau konstruksi lain yang berfungsi seperti jaring helm. Tali pengikat dagu lebarnya minimum 20 milimeter dan harus benar-benar berfungsi sebagai pengikat helm ketika dikenakan di kepala dan dilengkapi dengan penutup telinga dan tengkuk, Tempurung tidak boleh ada tonjolan keluar yang tingginya melebihi 5 milimeter dari permukaan luar tempurung dan setiap tonjolan harus ditutupi dengan bahan lunak dan tidak boleh ada bagian tepi yang tajam, Lebar sudut pandang sekeliling sekurang-kurangnya 105 derajat pada tiap sisi dan sudut pandang vertikal sekurang-kurangnya 30 derajat di atas dan 45 derajat di bawah bidang utama. Helm harus dilengkapi dengan pelindung telinga, penutup leher, pet yang bisa dipindahkan, tameng atau tutup dagu. Memiliki daerah pelindung helm Helm tidak boleh mempengaruhi fungsi aura dari pengguna terhadap suatu bahaya. Lubang ventilasi dipasang pada tempurung sedemikian rupa sehingga dapat mempertahankan temperatur pada ruang antara kepala dan tempurung. Setiap penonjolan ujung dari paku/keling harus berupa lengkungan dan tidak boleh menonjol lebih dari 2 mm dari permukaan luar tempurung. Helm harus dapat dipertahankan di atas kepala pengguna dengan kuat melalui atau menggunakan tali dengan cara mengaitkan di bawah dagu atau melewati tali pemegang di bawah dagu yang dihubungkan dengan tempurung. Nah sebenarnya apa sih gunanya kita harus memakai helm berstandar minimal SNI, saya katakan di sini minimal karena standart DOT dan SNELL lebih tinggi daripada yang diatur SNI, jadi seharusnya helm berstandar DOT atau SNELL sudah tidak perlu logo atau emboss SNI. Pertama dari dari peruntukan helm itu sendiri yaitu untuk melindungi kepala rider saat terjatuh, ingat kepala ini organ yang sangat penting pada tubuh kita karena di kepala terdapat otak yang berfungsi mengatur semua fungsi tubuh, jika salah satu bagian otak rusak maka akan terganggu fungsi tubuh kita. Kemudian helm juga dilengkapi visor agar melindungi mata kita dari terpaan debu, bayangkan helm tanpa visor, maka debu dapat menumpuk ke mata dan mengakibatkan kita sukar melihat ketika riding, bahaya kan? Saya juga pernah diskusi dengan salah satu teman saya yang mengatakan pada saya “Buat apa sih beli helm yang mahal-mahal? Beli yang murah aja bro, yang penting kan tidak ditilang polisi.”, nah bayangkan jika rider menggunakan helm asal-asalan yang tujuannya bukan untuk melindungi kepala, namun hanya dikarenakan takut kepada polisi, wah gawat sekali ini, saya lihat memang banyak rider yang seperti itu di jalan raya, menggunakan helm yang berstiker SNI namun diragukan apakah stiker itu benar-benar asli dari hasil sertifikasi atau hanya abal-abal. Kalau helm SNI abal-abal yang dipakai yang tujuannya hanya untuk mengelabui pak polisi maka hal ini sangat gawat sekali, bayangkan beli helm yang murah namun tidak teruji kualitasnya, apa bisa dibayangkan saat jatuh dari sepeda motor akan jadi apa kepalanya? (ya selama tidak jatuh sih emang tidak apa-apa, tapi mesti diingat, resiko jatuh di jalan raya sangatlah besar, dan kita harus selalu waspada akan kematian yang selalu mengintai di jalan raya). Sebenarnya di sini saya tekankan saat memilih helm berkualitas baik memang salah satu faktor adalah harganya yang masuk akal di kantong, namun juga harus dipikirkan masalah safety-nya, jika beli helm murah-murah dibawah harga Rp.100.000 apakah dapat dijamin kualitasnya dalam melindungi kepala, dapatkan kita bayangkan berapa ongkos produksi bersih helm tersebut? Bahan apa yang dipakai? Kalau saya ya yang penting harganya wajar dan juga safety, karena menurut saya harga kepala saya tidak ternilai, ingat uang dapat dicari, namun jika kepala pecah akibat kepala hanya dihargai Rp.100.000 ya game-over bro, salam buat yang diatas J. Nah sekarang yang penting bagaimana kita membedakan helm SNI yang asli atau tidak, karena jika kita berpatokan hanya dengan label atau emboss maka ya ada kemungkinan SNI abal-abal. Terus bagaimana donk kita membedakan helm SNI asli dengan yang palsu, kalo tips dari saya sih simple aja, pertama pilih merk yang sudah terkenal, kemudian cek harganya, namun kadang harga bisa bohong karena penjual yang nakal, namun jika sudah memilih dari merk yang terkenal biasanya logo SNI emboss dapat dipercaya. Kemudian cek material helm, dari cangkang helm, cangkang helm berkualitas jika diketuk terasa mantab, memang kadang dipegang akan terasa lebih berat, namun saat dipakai tidak terasa berat jika ukuran yang dipakai pas, kemudian padding bagian dalam pilih bahan yang tidak panas ketika dipakai dan dapat dilepas sehingga nanti dapat dicuci saat kotor, dan yang paling penting beli di toko-toko helm yang dapat dipercaya atau pada toko langganan yang sudah anda percaya. Kemudian untuk helm bekas bagaimana? Untuk helm bekas asalkan belum pernah dipakai jatuh atau terjatuh maka masih layak dipakai, namun jika sudah pernah terjatuh maka saya tidak menyarankan untuk membeli helm bekas terjatuh, karena kemungkinan cangkang masih terihat bagus namun bagian bantalan peredam benturan yang biasanya terbuat dari styrofoam sudah berubah bentuk dan hal ini dapat membahayakan, karena sewaktu ada tabrakan yang membenturkan bagian kepala dengan benda keras, lapisan keras luar dan lapisan dalam helm meyebarkan tekanan keseluruh materi helm. Helm tersebut mencegah adanya benturan yang dapat mematahkan tengkorak. Benturan yang kuat memberi kemungkinan terhadap pecahnya helm dan membuat lapisan dalam rusak. Kemudian sudah pakai helm SNI yang perlu diperhatikan adalah tali pengikat dagu, selalu pastikan tali pengikat dagu terikat dengan baik agar helm tidak terlepas dari kepala, karena percuma juga helm sudah bagus dan safety namun tali pengikat tidak diikatkan, sama aja bohong bro.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s