Modelling Parameter Motor Induksi dengan Tegangan Konstan Frekuensi Konstan.

gambar 2 (klik untuk memperbesar)

Mengikuti gambar model di atas, impedansi bocor pada stator (per-phase) R_{s}+jomega L_{ls} sangat kecil sehingga perbedaan antar Va dan E_{ma} tidaklah besar, sehingga jika kita memindahkan X_{ms} dan R_{c} ke depan, maka tidak ada pengaruh yang terlalu banyak. Hal tersebut bisa digambarkan melaui modeling pendekatan seperti gambar 3 dibawah.

gambar 3 (Klik untuk memperbesar)

pada gambar 3, pada bagian rotor L_{L}=L_{ls}+L'_{lr} H. Dari gambar 3,kita juga mendapatkan daya masuk ke rotor (pers.1)rightarrow P_{ma}=frac{R'_{r}}{s}(I'_{r})^2 W. Kita juga dapatkan (pers.2) rightarrow I'_{a}=frac{overline{V}_{a}}{R_{s}+R'_{r}+jomega_{s}L_{L}} A. Dari sini terlihat, untuk slip s yang kecil R'_{r} gg R_{s}, omega_{s}L_{L}; jadi I'_{a} besarnya proporsional terhadap slip.kita bisa dapatkan bahwa (pers.3) rightarrow T=3frac{p}{2}frac{P_{ma}}{omega_{s}}=frac {3}{omega_{s}} frac{p}{2} frac{R'_{r}}{s} frac{V^2_{a}}{(R_{s}+R'_{r})^2+(j omega_{s}L_{L})^2}. Dari sini terlihat, bahwa Torsi sebanding dengan slip, saat slipnya kecil.

Dari persamaan di atas, torsi maksimum terjadi saat frac{dT}{ds}=0; yaitu: (pers.4) rightarrow s=pm frac{R'_{r}}{R^2_{s}+omega^2_{s}L^2_{L}} thickapprox pm frac{R'_{r}}{omega_{s}L_{L}} pu. Jika pers.4, kita masukkan ke persamaan 3, Tmax yang terjadi adalah : T_{max}= frac{3p}{4} frac{V^2_{a}}{omega^2_{s}L_{L}} N.m.

Untuk mendapatkan Torsi start, kita pilih s=1, sehingga torsi start yang dihasilkan adalah: T_{s}= frac{3}{omega_s}frac{p}{2}frac{R'{r}V^2_{a}}{(R_{s}+R'_{r})^2+(omega_{s}L_{L})^2} N.m. Note : Persamaan ini tidak berlaku untuk motor induksi sangkar tupai klas B dan C, karena motor tipe-2 ini memakai double cages atau deep slot.

Jika kita asumsikan bahwa R_{c} begitu besarnya; sehingga dianggap open circuit, maka Pin (daya input) adalah : P_{in}= 3(R_{s}+ frac{R'_r}{s})(I'_{a})^2 W.

Impedansi input adalah (pers.5) rightarrow Z_{in}=frac{-omega^2_{s}L_{L}L_{ms}+jomega_{s}L_{ms}(R_{s}+R'_{r}/s)}{R_{s}+R'_{r}+jomega_{s}(L_{L}+L_{ms})}Omega . Dari pers.5, kita bisa dapatkan power factor PF; angle Z_{in}=pi -tan^{-1}frac{R_{s}+R'_{r}/s}{omega_{s}L_{L}}-tan^{-1}frac{omega_{s}(L_{L}+L_{ms})}{R_{s}+R'_{r}/s} rad.

Operating power factor adalah PF=cos angle Z_{in}.

Arus yang mengalir selama beroperasi adalah I'_{a}=frac{P_{in}}{3 V_{a}(PF)} A.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s