Model Motor Induksi

Kembali ke basik adalah langkah bijaksana ketika kehilangan arah ke depan.  demikian juga waktu belajar motor induksi. Dibawah ini adalah model ideal (walaupun) tidak sepenuhnya “exact” dari motor induksi.

Gambar 1

hubungan frekuensi dan kecepatan dapat dijelaskan sebagai: omega_{r}=omega_{s}-frac{p}{2}omega_{m} rad/s. dimana : omega_{r}=frequensi sudut rotor. omega_{s}=frekuensi sudut stator. omega_{m}=kecepatan sudut rotasi. p=pole.  Sedangkan slip didefinisikan sebagai s=frac{omega_{r}}{omega_{s}}=frac{omega_{s}-frac{p}{2}omega_{m}}{omega_{s}} pu.

Dari persamaan dasar frac{E_{mA}}{E_{ma}}=sfrac{N_{re}}{N_{se}} dan seterusnya, kita bisa dapatkan frac{P_{mA}}{P_{ma}}=s. Dari situ, power 3 phase yang dikonversikan menjadi tenaga mekanis adalah : P_{mech}=3(P_{ma}-P_{mA})=3(1-s)P_{ma}=3frac{p}{2}frac{omega_{m}}{omega_{s}}P_{ma} W. Torsi yang dihasilkan pada rotor sebesar T=frac{P_{mech}}{omega_{m}}=3frac{p}{2}frac{P_{ma}}{omega_{s}} N.m.

Pada motor induksi type wound rotor, model gambar 1 diperlukan, disebabkan adanya hubunganrotor dengan koneksi external. Untuk type motor induksi yang rotornya tidak berhubungan secara external kita bisa menggunakam model circuit seperti dibawah.

gambar 2 (klik untuk memperbesar)

pada gambar 2 tersebut :

P_{ma}=frac{R'_{r}}{s}(I'_{r})^2=R'_{r}(I'_{r})^2+frac{(1-s)}{s}R'r(I'_{r})^2 W.
dan karena jelas bahwa R'_{r}(I'_{r})^2 merupakan rugi-rugi per-phase di rotor, maka P_{mech}=3frac{(1-s)}{s}R'r(I'_{r})^2 W.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s