Hal-hal yang perlu diperhatikan pada awal Proyek Listrik

salah satu tugas paling awal seorang electrical engineer yang mendesain sistem kelistrikan adalah untuk mengestimasi beban normal fasilitas yang sedang dikembangkan. Salah satu yagn harus dipikirkan juga adalah seberapa besar margin harus disiapkan hingga final desain. Tidak ada cara bypass dalam mengestimasi beban, dan beberapa pertanyaan harus dijawab pada awal desain.

  • Apakah kita sedang menghadapi fasilitas yang baru (green field plant)
  • Berapa lama rencana operasi fasilitas ini, contoh : 10,20, atau 30 tahun
  • Apakah kita berhadapan dengan fasilitas lama (mature plant) dan akan dikembangkan (extended plant)?
  • Apakahlistrik yang diperlukan akan dibangkitkan sendiri, atau mengimport dari luar atau kombinasi dari keduanya?
  • Apakah pemilik fasilitas memiliki konsep ‘sparing’ pada setiap equipment inti?
  • Apakah ada halangan operasional dan pemeliharaan (maintenance) yang harus diperhatikan?
  • Apakah faktor daya (power factor) merupakan faktor penting jika harus mengimport daya dari luar?
  • Jika generator shutdown secara tiba-2, apakah ini akan mengakibatkan gangguan produksi dalam skala besar (major interruption)?
  • Apakah ada masalah dengan level hubung singkat (shor circuit level)?

Pertanyaan-pertanyaan diatas akan dikembangkan menjadi sebuah Preliminary Single Line Diagram (SLD). SLD tersebut haruslah bisa menginformasikan:

  • sumber energi listrik
  • titik import energi listrik (jika mengambil dari luar plant)
  • main switchboard dan interkoneksi ke downstream switchboard
  • Informasi tentang equipment utama, seperti transformer, busbars, busbar section circuit breakers, incoming dan interconnecting circuit breakers ,  high voltage induction motors, series reactors for fault current
    limitation, dan koneksi ke sistem lama (jika relevan) dan gambaran main earthing 

Akan sangat membantu, jika pada SLD ini bisa ditemukan level tegangan yang dipakai, frekuensi, kapasitas dari tiap equipment kunci spt transformer breaker dll, dan tagging.

Setelah itu, pada umumnya gambaran beban dijelaskan dalam suatu dokument load balance. Pada sebuah sistem listrik, beban dikelompokkan dalam Beban Normal, Beban Esensial dan Beban Vital. Tabel dibawah ini, menjelaskan tentang tipikal klasifikasi vital dan esensial dari tiap-tiap beban.

Tiap-tiap beban (load) per kategori (Normal, Esensial, vital) memilki duty category sendiri-sendiri. Duty category tersebut adalah continuous, intermittent, dan standby Pada tiap-tiap phase project tiap duty category memiliki diversity factor yang berbeda-beda. Hal tersebut bisa dilihat di tabel dibawah ini:

Total load dari sistem dapat dikelompokkan dalam 2 kategori, Total Plant Running Load (TPRL) dan Total Plant Peak Load (TPPK); masing-2 didefinisikan sebagai:

TPRL= \sum_{j=1}^n(D_c \sum_{j=1}^nC+D_i \sum_{j=1}^nI) kW.

TPPL =\sum_{j=1}^n(D_c \sum_{j=1}^nC+D_i \sum_{j=1}^nI) kW.

Jadi TPRL dan TPPL didefiniskan sebagai jumlah dari perkalian antara Diversity factor dikalikan duty category.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s