Cara Membaca Skala Multitester

Dear Sahabat….:)

Kali ini saya akan menjelaskan bagaimana cara membaca skala multitester atau dengan kata lain cara menentukan nilai besaran dari suatu besaran listrik yang kita ukur.

 

Sebagaimana yang telah lewat bahwa multitester bisa digunakan untuk mengukur tegangan searah (DC), Tegangan Bolak balik (AC), Arus dan hambatan listrik.

Nah kita langsung ke poin saja biar tidak bertele-tele…

Mudah-mudahan ketika anda membaca tulisan ini anda sedang berhadapan pula dengan Multitester, sehingga penjelasan ini akan lebih mudah untuk difahami…
Jika tidak, maka perhatikanlah gambar sederhana dari Multitester di atas. Pada multitester Ada 4 bagian yang saya lingkari dengan warna putih, ada DCV, ACV, DCmA, dan Ohm…Inilah ke empat besaran yang bisa diukur oleh multitester. Ingat pembahasan sebelumnya, apabila kita ingin mengukur tegangan searah (DC) maka kita harus mengarahkan tombol skala ke arah tegangan DC dan menempatkan tombol skala pada posisi tegangan yang lebih besar dari besaran yang kita akan ukur.

Contohnya: Jika kita mau mengukur tegangan batrai ponsel, kita tau tegangan batrai ponsel adalah 3,7 sampai 4 volt, maka kita harus mengarah tombol skala pada posisi 10 volt. kalau kita mengukur tegangan led positif dari ponsel yanga biasanya memiliki tegangan di atas 10 volt maka kita arahkan tombol skala multitester pada skala 50volt….Jadi usahakan supaya nilai besaran skala pada multitester minimal sama atau lebih besar dari nilai besaran yang hendak kita ukur.

Nah kita lanjutkan…

Sekarang bagaimana menentukan nilai dari besaran yang kita ukur…?

Perhatikan skala ukur pada bagian atas dari multitester yang ditunjukkan oleh jarum ukur. Saya sebut jarum ukur karena jarum ukur itulah yang menentukan nilai dari besaran yang kita ukur.

Sebagaimana di bawah terdapat bagian DCV, ACV, ohm dan DCmA maka skala di atas juga sudah terbagi ada Ohm (skala warna biru), DCVA (skala warna hitam), dan ACV (skala warna merah).. Masing-masing dari besaran sudah memiliki nilai skala, misalnya: DCV skalanya 0v, 2v, 4v, 6v, 8v, 10v. Pada bagian bawah yang merupakan kelanjutannya: 0v, 10v, 20v, 30v, 40v, 50v…

Ok, sekarang cara menentukan nilainya adalah dengan menggunakan rumus sebagai berikut:

“Nilai ukur= Nilai yang ditunjukkan oleh jarum ukur X skala yang ditunjukkan oleh tombol multitester yang di bawah di bagi skala ukur maksimum dari multitester.”

contohnya: Katakanlah sekarang saya akan mengukur besaran tegangan DC dari suatu komponen, saya lihat bahwa nilai tegangannya tidak lebih dari 10 volt. Saya arahkan tombol skala pada skala 10volt. kemudian saya sentuhkan polaritas positif multitester dengan positif komponen dan polaritas negatif dengan negatif komponen. Ketika disentuhkan maka jarum ukur akan naik, nah catat nila yang di tunjukkan oleh jarum. lihat skalanya pada bagian DCVA yang memiliki batas 10volt, secara langsung anda akan bisa menentukan nilai dari besaran yang diukur. setelah saya coba ternyata jarum jamnya naik dan berhenti pada angka 6volt.

Berarti Nilai ukur= 6volt x 10volt : 10 volt= 6volt.

Cara ini berlaku untuk menentukan nilai dari arus, tegangan AC dan tegangan DC.

—————————-Semoga bermanfaat————————

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s